Our amazing new site will launch in

Senin, 06 Mei 2013

Uppss, Upik ketahuan !

Gue punya teman sebut saja namanya Upik, nah dia ini boleh dikatakan Pembohong yang semena-mena ! Over banget modus dia buat nipu orang-orang sekitarnya. Contohnya saja beberapa hari yang lalu kami sekelas lagi ngerjain tugas buat film fiksi mini selama seminggu, nah di suasana shooting yang begitu Dingin karena hujan, capek, lelah, letih, lesu, kami bekerja bagaikan tim professional meskipun masih amatiran. 
Karena gue selalu tanamkan di benak seluruh kru yang bertugas kalimat sakti mandraguna yang pernah dikatakan oleh guru pembimbing kami yang ngasih tugas buat film ini "Meskipun kita masih amatiran, tapi kita harus menunjukkan sikap Professional kepada orang-orang yang melihat kita."
Dan tiba lah saatnya dimana si Upik mulai beraksi. wuahhahaha *DevilLaugh*
Di tengah-tengah kesibukan gue yang lagi sibuk ngatur-ngatur artis dan kameramen, Upik menghampiri gue dan berkata "Aku pulang duluan ya, wak aku meninggal." (Wak, sebutan kakak lelaki orang tua) 
Gue yang mendengarnya jelas saja syok, tapi gue agak ngerasa ada yang aneh dari raut wajahnya si Upik ini, karena gak ada menunjukkan tanda-tanda kesedihan ataupun kaget. dia malah biasa-biasa saja, berkata seolah-olah yang meninggal itu kucing. Karena gue terlalu sibuk, jadi gue langsung saja memberikan izin itu ke dia. 
Beberapa detik kemudian temen gue sebut saja namanya Lela yang juga merasa ada yang aneh pada diri si Upik ini langsung menghampiri gue "Eh goblok bener, dia itu bohong ! loe kena tipu tuh! ngapa loe izinin dia pulang!" gue kaget "Serius loe ! panggil sono..panggil...buruan !" 
teman-teman yang lain pada ambil langkah cepat buat mencegah si Upik untung saja saat itu Upik tidak terlalu jauh berjalan dan belum pulang serta langkahnya berhasil di hentikan oleh rekan-rekan yang lain.
Di saat itulah mereka yang berhasil menghentikan langkah Upik mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Upik sulit sekali menjawabnya, mereka nanya nya ginian "Ada berapa jumlah rintik-rintik hujan hari ini?"  *Oke ini udah mulai over*
jadi si Upik ini ditanya-tanyain terus sama mereka sampai shooting hari itu berakhir, dan gue pun ikut campur tangan dalam urusan ini. Gue pun mencoba mendekati secara perlahan dan ngomong baik-baik sama dia "Upik, kami semua kerumah kamu ya mau nyelawat. kami gak enak sama kamu."
terus dia bilang gini "Eh gak usah, wak aku gak di rumah aku. rumahnya jauh."
gue jawab lagi "Iya gak apa-apa, kita ngikutin kamu." 
si Upik tetap ngebantah "Gak usah, aku gak langsung kesana, aku pulang dulu kerumah."
dan gue tetap nyolot "Ya udah pokoknya sluruh kru harus nyelawat kerumah kamu. gak boleh ada yang pulang."
si Upik mulai panik "eh gak ada yang meninggal...."
gue mulai bingung "Loh terus ?"
si Upik akhirnya mengakui kebohongannya "Eh gak ada yang meninggal, gue tadi cuma pura-pura supaya bisa cepat pulang."
gue pun tersenyum puas di tengah kekecewaan, di sisi lain seluruh kru yang terlibat insiden ini menunjukkan kekesalan mereka dengan cara menasehati si Upik dengan cara mereka sendiri. gue gak ikut campur lagi di urusan ini.
kami semua pulang kerumah masing-masing dalam keadaan lelah, letih, lesu, kedinginan.
Beberapa jam kemudian gue buka facebook dan ternyata dia update status yang isinya gini "AKAN AKU BELI MULUT2 SAMPAH KALIAN YANG TELAH MENGHINAKU TADI."
gue yang ngebacanya cuma bisa tersenyum dan prihatin akan keadaan dia yang terjebak oleh sifatnya itu. 

 
#SELESAI


Tidak ada komentar:

Flashback. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive