Our amazing new site will launch in

Senin, 22 April 2013

Agus ketemu Rahayu

“RAHAAYUUU !!!”
Dua hati dipertemukan kembali di pasar angso duo, jambi. “AGUUSSSS !!”
teriak Rahayu tidak percaya karena sudah 10 tahun mereka tidak bertemu. 
Agus langsung menggenggam tangan Rahayu “Sedang apa kamu disini?” tanyanya.
dengan hati bimbang Rahayu menjelaskan keberadaanya di pasar itu “Aaa…aku 
kerja disini. Berjualan kembang, keris, dan jimat-jimat sakti lainnya.” Ujar rahayu, 
“APAAAA???!” agus sontak kaget “Ayahku tidak akan menyetujui hubungan kita.” Lanjutnya dan melepaskan tangan rahayu dari genggamannya. 
Tiba-tiba langit sore itu menjadi gelap berkelabu seakan telah di-Setting oleh Tuhan.Tidak berapa lama *JDAAARRR* petir membelah langit sore dan hujan pun membasahi mereka berdua, tampak dari kejauhan  kru sedang menyemprotkan air kearah rahayu dan agus. Ternyata hanya bisa-bisaan sutradara saja.

“Lebih baik kita tak usah saling kenal atau pura-pura tidak kenal saja. Aku kecewa.” Lanjut agus disertai tatapan nanar,
Rahayu marah mendengar pernyataan agus “TEGA KAMU GUS, KAMU INGAT GIMANA KOMPAKNYA KITA BERDUA DULU? KITA SAMA-SAMA DIKEJAR POL-PP, SAMA-SAMA NYOLONG MANGGA TETANGGA, SEMUA TERASA INDAH GUS ! SEBELUM KAMU MUTUSIN BUAT NINGGALIN AKU DENGAN ALASAN KAMU MAU FOKUS UN, SETELAH UN SELESAI KAMU PERGI NGILANG DARI HIDUP AKU ENTAH KEMANA!” Rahayu menangis dihadapan agus.

Agus yang mendengar flashback-flashback yang diceritakan oleh rahayu menjadi terharu namun ia tetap tidak mau kalah “KAU JANGAN FLASHBACK KEHIDUPAN KITA DULU, BIARLAH ITU MENJADI MASA LALU YANG INDAH. AKU TETAP KECEWA DENGAN PEKERJAAN KAU SEKARANG. MAU JADI APA KAU?! MASA DEPAN KAU MASIH PANJANG !” jari telunjuk agus menunjuk-nunjuk wajah rahayu.

“Kenapa jadi batak gitu sih kamu ngomongnya?” tanya rahayu dengan sisa-sisa kepolosannya, “Sudah ! kamu jangan ngalihin pembicaraan deh! Dulu kamu itu polos banget, gak secentil sekarang. Lihat di bibir kamu, kamu pake-pake lipstick merah merona seperti orang jontor, dan lihat pakaian kamu sekarang, rok pendek ,baju gak ada lengan, sobek-sobek lagi. Aku gak suka ngeliat kamu berubah jadi aneh gini. Aku mau rahayu yang dulu, rahayu yang aku kenal. Rahayu yang suka ngupil kalo lagi makan, rahayu yang suka kentut di depan muka aku kalo lagi grogi, rahayu yang blak-blakan!” ucap agus dengan ekspresi wajah kecewa, rahayu tidak bisa berkata apa-apa lagi. 

Agus pun berjalan menjauh perlahan meninggalkan rahayu dengan segala kekecewaannya ketika langkah agus semakin menjauh rahayu baru tersadar jika ini salahnya “AGUUSSSSS!” teriak rahayu membuat orang-orang yang berada dipasar itu kaget dan hendak melempar gilingan cabe ke kepala rahayu, namun para kru berhasil meyakinkan orang-orang itu kalo ini hanyalah bisa-bisaan sutradara saja. 

Langkah agus berhenti, rahayu langsung berlari kearah agus “Aku minta maaf, ini semua salahku.” Ucap rahayu bersungguh-sungguh “Tidak, tidak yu. Ini semua salahku. Kamu bener kok. Gak ada hak aku buat ngelarang kamu kerja apa.” Ujar agus, “sudah gus, ini semua salahku. Aku yang terlalu bodoh.” Rahayu kembali meyakinkan.
  
“bukan yu, kamu gak salah kok. Aku yang salah.” Agus mencubit pelan pipi rahayu, “oke sekarang aku yang salah atau kamu yang salah nih?” tanya rahayu mencoba mendapatkan kepastian, “aku yang salah kok yu, udah ninggalin kamu.” Agus tersenyum dan mereka berdua pun akhirnya hidup bahagia selamanya.
Flashback. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive