Our amazing new site will launch in

Kamis, 25 Oktober 2012

Kisah Ucup si Pemuda Miskin

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda tampan yang bernama Ucup bersama neneknya yang tua renta. 
Sehari-hari Ucup berjualan keripik ubi dipinggir sungai, dan pulang ketika senja menjelang. Walaupun hasil yang ia dapat dari berjualan keripik ubi tersebut sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup mereka, namun Ucup tidak pernah putus asa berjualan keripik ubi.

Suatu ketika entah mengapa Ucup sedih dalam menjalani hidupnya yang seperti itu-itu saja tanpa perubahan. 
Hanya dengan berjualan, pulang kerumah, berjualan, pulang kerumah, berjualan, pulang kerumah, sesekali ia bermain basket untuk menghilangkan kejenuhannya.

Saat senja Ucup pulang kerumah membawa keripik-keripik ubinya yang masih bersisa. Ia berjalan gontai, wajahnya memelas, ia merenungi nasibnya dan sesekali ia berkata "bosan hidup seperti ini." atau "gak ada kerjaan laen apa yang bisa merubah kehidupan saya?".
Rumput-rumput yang sedari tadi bergoyang karena tertiup angin menjawab perkataan Ucup "jadi apa kek gitu.."


Keesokan harinya, seperti hari-hari yang lalu. Ucup pergi berjualan keripik ubi dipinggir sungai, ia melihat sebuah botol yang terombang-ambing dialiran sungai tersebut.
Segera ia mengambil botol tersebut dan membukanya. Terdapat sebuah kertas berwana merah muda didalam botol tersebut. segera ia melihat tulisan-tulisan diatas kertas merah muda itu. 
Karena ia tidak bisa membaca, ucup segera berlari menuju rumah pelatih basketnya dan bertanya apa tulisan-tulisan yang terdapat diatas kertas merah muda itu. pelatih basketnya pun berteriak "ada lowongan pekerjaan dikerajaan Sableng!" Ucup segera memeluk pelatih basketnya dan pulang kerumah dengan hati gembira.

Dengan niat memperbaiki hidupnya Ucup pun memutuskan untuk pergi ke kerajaan Sableng berbekal restu dari sang nenek dan makanan dari para tetangga. Dengan mengucap bismillah, Ucup melangkah masuk kedalam istana kerajaan Sableng. Namun tidak berapa lama ia diusir oleh para penjaga kerajaan.

Kemudian Ucup memberitahu maksud dan tujuannya datang ke kerajaan Sableng itu. setelah diberi penjelasan oleh Ucup, ternyata Pihak kerajaan Sableng tidak pernah membuka lowongan pekerjaan. Isi didalam kertas merah muda yang pernah ia dapat itu hanyalah Hoax. 

Ucup putus asa, ia malu pulang ke kampung karena gagal mendapat pekerjaan. 
selama 7 hari Ucup berusaha mencari sebuah pekerjaan, tiba di hari ke-8 Ucup telah menemukan sebuah pekerjaan baru sebagai penjaga sapi. 
dengan pekerjaan barunya ini ia pun berubah. Dari yang tadinya penyabar Ia jadi pemarah, badmood, sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit kesal, sering sapi-sapi disekitarnya menjadi korban amarahnya. hingga akhirnya ia pun dipecat dari pekerjaannya. 
Ucup kecewa,ia pulang kampung dan tetap hidup miskin selamanya.

#THE END#

 

Tidak ada komentar:

Flashback. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive